RSUD Kota Bogor Tembus 12 Besar Investasi Jabar, Dorong Pembiayaan Kreatif

By Admin


Dok. Pemkot Bogor

nusakini.com, Pemerintah Kota Bogor sukses mengamankan posisi dalam jajaran 12 besar proyek terbaik pada ajang West Java Investment Challenge 2026 yang diinisiasi oleh DPMPTSP Jawa Barat bersama Bank Indonesia. "Kota Bogor melalui proyek RSUD ini berhasil menjadi satu di antara 12 yang terbaik," ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar, saat kunjungan lapangan pada Rabu, 2 September 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut langsung tim penilai di Balai Kota untuk memaparkan perkembangan fasilitas kesehatan tersebut secara komprehensif. "Alhamdulillah RSUD Kota Bogor selama lima tahun terakhir sudah berubah total," ujar Dedie di hadapan rombongan panelis pada hari yang sama.

Proses penjaringan tahun ini dinilai jauh lebih ketat karena melibatkan berbagai unsur mulai dari lembaga terkait hingga perbankan nasional. "Sehingga site visit ini mempunyai arti yang sangat penting untuk kami melihat kesiapan secara lahan," jelas Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Jawa Barat, Heni Rahmawati, ketika memberikan keterangan pers pada Rabu tersebut.

Tahapan verifikasi lapangan ini bertujuan untuk memastikan komitmen nyata dari kepala daerah terhadap keberlangsungan rencana investasi tersebut. "Besar harapan kami, ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana proyek investasi ini benar-benar terealisasi," tambah Muslimin Anwar dalam agenda peninjauan di Balai Kota.

Pemerintah daerah berharap pencapaian ini mampu membuka peluang penerapan skema pembiayaan alternatif di luar anggaran pendapatan dan belanja daerah. "Jadi kami berharap dari alternatif pembiayaan atau creative financing, termasuk juga dari model seleksi atau kompetisi yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Jawa Barat, mudah-mudahan Kota Bogor mendapatkan kesempatan untuk memodelkan proyek ini," papar Wali Kota Dedie A. Rachim pada Rabu (2/9/2026).

Rangkaian agenda peninjauan tersebut turut diisi dengan penandatanganan dokumen kesepahaman awal untuk memuluskan pengembangan proyek strategis daerah. Penandatanganan Letter of Intent ini melibatkan pihak rumah sakit, lembaga perbankan syariah, serta instansi penanaman modal tingkat provinsi dengan komitmen bersama bahwa "kesepakatan ini menjadi bentuk dukungan nyata dalam pengembangan proyek," sebagaimana disampaikan dalam forum tersebut pada Rabu (2/9/2026). (*)